Pedagang Pasar di Jambi Mulai Go Digital, Belajar Strategi Jualan lewat GoFood
JAMBI – Pedagang pasar tradisional di Kota Jambi mulai didorong untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya. Salah satunya melalui pemanfaatan platform layanan pesan-antar makanan yang dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen di luar pasar.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan “Optimalisasi GoFood sebagai Sarana Pemasaran untuk Memperluas Pasar dan Meningkatkan Penjualan UMK” yang digelar Rumah BUMN Jambi bersama Paguyuban Pasar Sekota Jambi pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rumah BUMN Jambi ini diikuti puluhan pelaku usaha serta perwakilan pengurus pasar dari sejumlah wilayah di Kota Jambi.
Pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk mengenal lebih jauh strategi pemasaran digital dan cara memanfaatkan GoFood sebagai salah satu kanal penjualan.
Dari Pasar Tradisional ke Pasar Digital
Selama ini, aktivitas perdagangan di pasar tradisional masih banyak bergantung pada konsumen yang datang secara langsung. Perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan konsumen membuat pelaku usaha perlu memiliki alternatif pemasaran yang lebih luas.
Melalui digitalisasi, pedagang dapat memperkenalkan produk kepada konsumen secara online. Hal ini membuka peluang bagi usaha yang sebelumnya hanya dikenal oleh pelanggan di sekitar pasar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pelatihan yang digelar Rumah BUMN Jambi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang praktis dan mudah diterapkan oleh pedagang dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan GoFood untuk mendukung pemasaran, meningkatkan visibilitas usaha, mengelola pesanan, serta memanfaatkan berbagai fitur dan program yang tersedia.
GoFood Berikan Strategi Praktis untuk Pelaku Usaha
Sebagai narasumber, Alfian Zainul Akbar, S.E., M.B.A., Manager Operational & Merchant Experience GoFood, membagikan berbagai strategi yang dapat digunakan pelaku usaha untuk mengoptimalkan kehadiran bisnisnya di platform digital.
Peserta tidak hanya diperkenalkan pada fungsi GoFood sebagai layanan pesan-antar, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan toko digital agar dapat memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan.
Mulai dari meningkatkan daya tarik tampilan usaha, mengelola pesanan dengan cepat, hingga memanfaatkan program promosi menjadi bagian dari materi yang disampaikan dalam pelatihan.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pedagang lebih percaya diri dalam mengelola usaha secara digital.
Pedagang Pasar Perlu Beradaptasi dengan Teknologi
Perwakilan Paguyuban Pasar Aurduri, Rudi Irawan, S.H., menyambut positif pelatihan yang memperkenalkan pemasaran digital kepada para pedagang pasar.
Menurut Rudi, edukasi mengenai teknologi menjadi penting karena masih terdapat pedagang pasar yang belum terbiasa menggunakan platform digital, terutama mereka yang sudah berusia lanjut.
“Gebrakan seperti ini sangat membantu para pedagang untuk lebih melek terhadap teknologi. Apalagi, sebagian besar pedagang di pasar merupakan kalangan yang sudah berusia lanjut,” ungkap Rudi.
Ia menilai perubahan pola konsumsi masyarakat membuat pedagang perlu ikut beradaptasi. Menurutnya, berjualan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar.
Dengan adanya layanan penjualan dan pemesanan secara digital, konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan produk tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha.
“Sekarang pedagang harus mulai mengikuti perkembangan zaman. Kalau sebelumnya hanya menunggu pembeli datang, sekarang produk juga harus diperkenalkan melalui kanal online,” ujarnya.
Rumah BUMN Jambi Perkuat Digitalisasi UMK
Pelatihan GoFood ini menjadi salah satu upaya Rumah BUMN Jambi dalam mendorong pelaku UMK untuk meningkatkan kemampuan di bidang pemasaran digital.
Digitalisasi diharapkan tidak hanya menjadi tren, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas usaha sehingga memberikan manfaat bagi pelaku UMK.
Kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses pengetahuan dan pendampingan bagi pelaku usaha di Kota Jambi.
Rumah BUMN Jambi berharap semakin banyak pelaku UMK, termasuk pedagang pasar tradisional, yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, UMK Jambi diharapkan semakin siap menghadapi persaingan di era ekonomi digital dan terus #NaikKelas.